Monday, February 24, 2025

Tips Usaha Penerbitan Buku


 Kelas Belajar Menulis Nasional

PGRI
Gelombang ke-32
Pertemuan ke - 15
Tema : Usaha Penerbitan Buku
Narasumber : Mukminin, M.Pd. 
Moderator : sigid PN, SH. 
Senin, 24 Februari 2025

Kaca akan sangat mudah pecah
Jika kita tidak berhati-hati
Usaha akan rawan patah
Jika tidak sungguh-sungguh sepenuh hati 

 _RA_

Bertemankan hujan, syahdu sekali malam ini. Hembusan semangat yang meradang. Menunggu Kelas Belajar Menukis Nasional gelombang 32 dimulai. 

Tepat pukul 19.00 WIB grup WA ditutup oleh sang moderator. Pertanda kelas akan segera dimulai. Bapak Sigid alumni KBMN gelombang 23 malam ini telah bertugas sebagai moderator. Juga membuka kelas dengan membaca doa bersama. 

Bisikan semangat pun dilantunkan beliau yang mengingatkan malam ini sudah pada pertemuan ke 15. Persiapkan diri agar buku solo segera dirapikan untuk diterbitkan. 

Malam ini kita akan ditemani oleh Bapak Mukminin, M.Pd. Beliau adalah seorang Penulis dan Narasumber inspiratif. Beliau biasa disapa Cak Inin. Saat ini saya sedang menyelesaikan proyek antologi bersama beliau dengan tema Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).

Narasumber seorang penulis yang telah menghasilkan 58 buku (10 buku solo dan 48 buku antologi).

Narasumber juga OWNER Penerbit Kamila Press.

Tidaktuk mengenal bapak narasumber bisa dibuka di link berikut👇
https://cakinin.blogspot.com/2020/10/curiculum-vitae.html
Beliau merupakandirektur penerbit amila Pres👇


Beriut karya buku solo menjadi Peserta KBMN gelombang 8 :


Karena menulis adalah salah satu ibadah untuk mengajar, mengajak, memotivasi pembaca untuk berbagi, berbuat baik kepada sesama lewat karya baik buku ilmu pengetahuan dan karya sastra (puisi, prosa), Quote, dll. )

Ingat kutipan ini:

“Orang-orang yang pandai bokeh mencapai langit tetapi jika tidak menulis akan hilang dari masyarakat dan sejarah”
(Pramoeda Ananta Toer)

"Ikatlah ilmu.dengan tulisan" ( Ali bin Abi Tholib)
     

     Marib Melek Pener sedikit Buku 
 (Penerbit Walikota dan Penerbit Indie ) 

Bapak ibu sekalian yg hebat, penerbit buku ada 2 macam. Penerbit pertama Walikota dan penerbit kedua Indhie. Apa perbedaannya? mari kita ikuti uraian berikut ini : 

1. Jumlah cetakan di Penerbit Mayor
#Penerbit Walikota mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

#Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau mencetak secara berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.


2. Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

# Penerbit utama : 

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit walikota memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

# Penerbit indie : 

Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak menjiplak, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3. Profesionalitas

# Penerbit utama : 

Penerbit walikota tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

#Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering salah artikan. Banyak sekali yang mengiraan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan menjadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan berbohong dengan paket publikasi murah, tapi kualitasnya masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah publikasi. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami mutu Cover bagus cerah mengkilat jaga isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

4. Waktu Penerbitan

# Penerbit utama : 

Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidak akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah, diterima ada pergantian atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penulis.

# Penerbit indie :
 Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak tuntutan ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5. Royalti

# Penerbit utama : 

kebanyakan penerbit walikota mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

# Penerbit indie : 

umumnya 15-20% dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis melalui fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

# Penerbit utama : 

Biaya publikasi gratis. Itulah alasannya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja padahal buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebutkan di atas, walikota penerbit memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 

# Penerbit indie : 

Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yang diterbitkan tidak sama.

Contoh penerbit Walikota: 
Balai Pustaka, Penerbit Gramedia, Penerbit Andi, Penerbit Yudhistira, Grafindo Media Pratama, Peberbit Mizan, dll 

Penerbit Indie Contoh: 
Kamila Press Lamongan, Lensa Publising, TanKali, Pagan Press, Oase, dll

KAMILA PRESS adakah salah' satu dari Penerbit Indie yang sdh berpengalaman 6 tahun dan sudah menjadi Anggota IKAPI. 

Selama buku ke-6 yang terbit sama Kamila PRESS lebih 1000 judul buku:

A. 250 lebih judul buku ber-ISBN
B. 750 lebih judul buku BER-QRCBN

Kami, keren lho CV. Kamila Pres


Beberapa buku terbitan Kamila Pres👇







Kamiah, keren!!! Jadi pengen punya percetakan sendiri nich🙂

Berikut tips dari Beliau👇
Jika ingin membangun CV. Penerbit Buku Indie maka harus dipersiapkan:

1. Kantor (ruangan khusus di rumah) atau bisa toko terpisah dari rumah. 
2. Tenaga ahli / karyawan minimal 2 orang sebagi Layouter (tukang layout buku) dan bisa desain buku (Cover buku) dan harus paham tata bahasa Indonesia (EYD/PUEBBI) sebagai editor. 
3. Punya langganan Percetakan (sebagai Member Percetakan) atau bergabung dengan percetakan besar, jika belum punya mesin percetakan sendiri. 
4. Modal secukupnya atau sedang untuk biaya operasional. 
5. Harus punya izin resmi CV. Mengajukan ke dinas perizinan usaha di kabupaten. 
6. Harus punya website berbayar
7. Harus ulet dan tahan banting dengan melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Pelanggan sebagai raja. 
8. Selalu berinovasi mengikuti perkembangan.
9. Yakin usaha kita lancar dan sukses dengan ihtiyar, kerja keras dan selalu berdoa kepada Allah SWT. Ingat DUIT (Doa, Usaha, Ihtiyar, Tawakal. 

BBerikut 10 buku solo dan 48 buku antologi pemecah rekor MURI👇






Keren👍 kebakar semangatnya Bapak dah👍👍👍

Berikut usaha atas penasaran saya;
Assalamualaikum wr.wb

Saya Riska Agustina asal Sidoarjo 

Mohon ijin bertanya Bapak🙏

1. Dengan modal berapa Bapak bisa membangun CV? 
2. Untuk perijinanya , pripun tahapannya Bapak?? 
Denikian, dan saya ucapkan Terima kasih kepada Bapak moderator dan Bapak Narsum🙏

Jawban Bapak Narsum
1. Untuk modal dasar 10 jt insyaAllah sudah cukup. Karena kita sudah punya laptop. 

2. Untuk mendirikan CV ada dua jalur. Jalur gratis ada namun cukup banyak kendala. Jalur kedua bisa bantuan notaris. 

Hujan sedari siang tak kunjung reda
Petir menyambar tak henti pula
Kobarkan semangat jiwa dan raga
Untuk penggiat literasi nusantara
_RA_

Riska Agustina
Sdoarjo

6 comments:

Tips Mudah Penulis Dapat Menerbitkan Buku Mayor Bersama PT. Ando Offset Yogyakarta

  Kelas Belajar Menulis Nasional PGRI Gelombang ke-32 Pertemuan ke - 20 Tema : Mempermudah Penulis Bersama Penerbit Mayor PT. Andi Offset Yo...