Kelas Belajar Menulis Nasional
PGRI
Gelombang ke-32
Pertemuan ke - 12
Tema : Proof Reading Sebelum Menerbitkan Tulisan
Narasumber : Susanto, S. Pd
Moderator: Sim Chung Wei, S. P.
Senin, 17 Februari 2025
Nikmat keterbatasan ini
Tak jadi penghalang semangatku yang menjulang
Biarkan mata yang tak sempurna ini
Menjadi alarm di Medan petualang
_RA_
Materi pada malam ini membuat saya terbangun untuk melek lebar. Masalahnya kekurangan pada diri ini luar biasa takjubnya. Hehe
Semoga dengan kelas KBMN ini bisa merugikan diri ini menjadi lebih baik. Saya sadar sekali dengan kekurangan ataupun kelemahan sayan. Sakit tidak menjadikan saya alasan untuk tidak bisa menjadi lebih baik. Gula yang menjulang di dalamnya tubuh yang memengaruhi penglihatan. Menjadikan semangat yang tinggi. Bukan menjadi alasan untuk menyerah. Alhamdulillah masih punya semangat. Bismillahirrahmanirrahim.
Bersama Bapak Narasumber (Susanto, S. Pd) dan moderator( SIM Chung Wei, S. P) hebat malam ini. Saya pusatkan niat bertholabul ilmi.
Doa sebagai pembuka kegiatan awal malam ini.
Berikut CV Narasumber hebat malam ini๐
Baik, kita mulai materi malam ini. Cobalah ketik: proofreading sebelum menerbitkan tulisan pada mesin pencarian Google.
https://www.google.com/search?q=proofreading+sebelum+menerbitkan+tulisan&oq=proofreading+sebelum+menerbitkan+tulisan&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIGCAEQRRg80gEINjQ0N2owajmoAgCwAgE&sourceid=chrome&ie=UTF-8
Maka akan muncul๐
Sebuah tulisan berasal dari pikiran atau biasa disebut ide.
Ide itu Anda tulis baik itu novel, cerpen, esai, atau artikel nonfiksi buku motivasi dan lain sebagainya.
Dengan teknik dan dengan kekhasan yang dimiliki oleh teman-teman, Anda mulai berkreasi atau menulis sampai akhirnya tulisan Anda selesai.
Tulisan yang sudah selesai artinya tulisan itu sudah mencakup semua gagasan yang ingin kita bahas atau tulis dalam satu tema satu pembahasan.
Mohon perhatian, ya, Teman-teman. Materi malam ini bukan menakut-nakuti sehingga Anda menjadi ragu untuk menulis.
Mengapa?
Karena proofreading sesungguhnya proses akhir dari sebuah proses pengeditan.
Sering juga berfikiran, Jangan-jangan jangan tulisan saya salah nih..
Keraguan tersebut melemahkan diri untuk berhenti menyudahi aktifitas menulis ku...
Namun dengan nasihat Omjay (Kakek Jay) dan para mentor menulis, yakni: ulis saja sampai selesai jangan perdulikan teknis. Salah _nggak papa_ mumpung ide masih mengalir. Jika sudah selesai, barulah kita lakukan proofreading.
Jangan buru-buru melakukan proofreading ya,.
Tinggalkan dahulu agar emosi kita pada tulisan sudah "mereda". Agar keinginan untuk mengubah kata atau kalimat tidak buru-buru dilakukan.
Selingi dengan kegiatan lain: ngopi, ngeteh, jalan-jalan atau lainnya, silakan lanjutkan. ๐
Kegiatan berlanjut ke sesi pertanyaan.
Assalamualaikum wr. wb
Saya Riska Agustina
Dari Sidoarjo
Mohon ijin bertanya Bapak
๐
1. Keterbatasan dalam penglihatan adalah salah satu anugerah yang saya miliki Bapak Namun semangat saya besar untuk bisa berkarya. Bagaimana upaya(kiat² khusus) yang bisa saya lakukan untuk bisa menjadi penulis yang baik?
Demikian, sy ucapkan Terima ksiih untuk Bapak Narsum dan Moderator?๐
Hehe, agak salah pertanyaan ya saya pak??
Maksud saya jika tulisan saya aja banyak yang salah ketik/typo. Bagaimana bisa koreksi. Karena untuk melihat jelas butuh perjuangan sekali.
Jawaban dari pakdhe San, Sungguh bisa diterima. Membaca yang keras hingga menemukan kejanggalan. Supaya menjadi tulisan yang pas.
Oke pakdhe! Saya pas dengan jawaban njenengan.
Meski dalam keterbatasan
Ujian bertubi dan menggeliat
Semoga ada kesempatan dan kemudahan
Untuk bisa bermanfaat dan maslahat
_RA_
Riska Agustina, S. Pd
Sidoarjo




Luar biasa, Bu Riska.
ReplyDeleteTerima kasih sudah membimbing kami, Bapak๐
ReplyDeleteKeren bunda Riska
ReplyDeleteTerima kasi bu Sri
Delete