Kelas Belajar Menulis Nasional
PGRI
Gelombang ke-32
Pertemuan ke - 7
Tema : Mengatasi Writer's Block
Narasumber : Ditta Widya Utami, S. Pd, Gr.
Mememimpin : Gina Dwi Septiani, S. Pd. M. Pd.
Rabu, 5 Februari 2025
Sang moderator telah mengawali kegiatan malam ini dengan salam pembuka yang membahana. Buda Gina alumni KBMN gelombang 27.Beliau mengawali kegiatan malam ini dengan memberikan alur kegiatan. Berikut alur kegiatan belajar malam ini:
1. Pembukaan
2. Penyampaian materi
3. Sesi tanya jawab
4. Penutup
Baiklah untuk memulai kegiatan malam ini dibuka dengan membaca basmallah.
Dan dilanjut mengenal siapa narasumber malam ini.
Beliau merupakan alumni KBMN gelombang 7. Luar biasa CV beliau. Berikut link tentang beliau👇
https://s.id/cvdittawidyautami
Semburan kalimat dari bunda Narasumber menggiring semangat kita untuk mudah dalam menulis.Memperkirakan seandainya aapa yang sedang terjadi jika kita tiba-tiba diam dan terhenti saat asyik menulis.
Bagaimana ya....
Mengatasinya??
Dibukalah tantangan bagi kami peserta gelombang 32 untuk dapat menyusun untaikan kata menjadi kalimat yang apik. Disediakan beberapa tema. Dan saya memilih tema "Deep Learning".
Berikut singkat tulisan saya👇
Nama: Riska Agustina
Asal: Sidoarjo
Tema Deep Learning
Ups! Apa sih itu deep Learning?
Kurikulum baru??
Bukan atau iya?
Bukan donk!
Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran.
Tiga komponen yang dimiliki oleh Deep Learning. Yaitu:
1. Mainfull learning( Kesadaran)
2. Meaningdull learning ( Pembelajaran bermakna/mendalam)
3. Joyfull learning( pembelajaran yang menyenangkan)
Tiga komponen tersebut saling terikat kuat. Dikatakan pembelajaran mendalam jika ketiganya ada pada pembelajaran yang disuguhkan guru sebagai pendidik.
Dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Diharapakan 8 karakter sebagai tonggak kelulusan siswa bisa di gerakan dengan baik melalui proses belajar peserta didik.
Karena hari ini telah mendiseminasikan toil ini. Hangat sekali bukan.
Betul sekali dengan berdasarkan pengalaman. Kita dapat lebih mudah dalam menulis.
Menulis sejatinya adalah kata kerja. Maka harus "aktif". Tak bisa kita bercita-cita jadi penulis, namun tidak menulis. Perlu upaya perlu berlatih.
Hal-hal yang kerap dialami saat menulis:
1. Sering untuk tidak fokus
2. Berubah pikiran(karena ide yang terus berkembang)
3. Merasa kurang bersemangat
4. Terlalu mengoreksi tulisan
5. Khawatir tidak sesuai dengan pembaca
6. Terlalu banyak tekanan
Dari kacamata psikologi, dalam sebuah studi dari Yale psychologists pada 1970 dan 80-an yang ditinjau kembali oleh New Yorker, writer’s block merupakan hal konkrit dan dapat diatasi penulis.
Dua orang psikolog bernama Jerome Singer dan Michael Barrios melakukan penelitian mengenai fenomena writer’s block ini terhadap para penulis berlatar belakang yang berbeda, mulai dari penyair puisi hingga screen writer.
Mereka menemukan penulis yang mengalami writer’s block _sedang merasa tidak bahagia._ Agar lebih mudah memahaminya, kedua psikolog tersebut membagi empat dasar penyebab ketidakbahagiaan para penulis yang menja t hal tersebut adalah:
1. Kecemasan
2. Pemarah
3. Apatis
4. Memiliki masalah dg orang lain
Simpelnya, WB memiliki keterkaitan dg kondisi psikoligis seseorang
Menurut Pandangan Umum
Penulis dan psikolog Susan Reynolds menyatakan bahwa writer’s block hanyalah sebuah mitos dan bukan kondisi psikologis sama sekali.
Walau begitu, Reynolds mengakui bahwa menulis adalah proses mental yang menantang.
Apakah writer’s block merupakan masalah psikologis yang nyata atau hanya istilah yang diciptakan saat penulis menghadapi tantangan, ada banyak alasan penyebab masalah ini, misalnya:
1. Merasa takut (seperti takut bahwa karyanya tidak lebih baik dari orang lain)
2. Perfeksionis
3. Tekanan eksternal (contoh tuntutan untuk membuat tulisan)
WB juga bisa terjadi kapan dan dimana pun.
Bisa di awal, tengah, maupun akhir kepenulisan.
Bisa terjadi dalam waktu yang singkat, bahkan bisa pula bertahun-tahun.
Lalu, bagaimana cara mengatasi atau menghindarinya?
Sebetulnya jawabannya ada di diri Ibu Bapak sekalian
Seperti saat kita sedang sakit lalu berobat. Bisa jadi 1 resep tidak akan cocok diterapkan pada orang yang berbeda.
Beda penyebab WB-nya, beda juga cara mengatasinya.
Nah, sekarang mari ingat kembali. Saat sedang merasa buntu, hal-hal apa yang sering Ibu Bapak lakukan?
Jadi, kunci dalam menghadapi WB akan kembali kepada bagaimana Ibu Bapak mengenali penyebab WB yang hinggap itu sendiri.
MasyaAllah tabarakaAllah KBMN selalu dengan tema -tema yang luar biasa disetiap pertemuannya.
Senang sekali berasa dikelas. Berharap bisa bermanfaat di khalayak pada bidang menulis ini.
Walhamsulillahirobbil'aalamiiin
Riska Agustina, S. Pd
Rabu, 5 Februari 2025

Beda penyebab, beda pula cara mengatasi WB. Semangat terus yaa
ReplyDeleteBaik bunda, Terima kasih🙏
DeleteAlhamdulillah semoga bermanfaat dan berkah ya Bun 🤲🏻 Terima kasih sudah membuat resumenya
ReplyDeleteAmiiiin🤲BarakaAlllah.
DeleteTerima kasih bu Dita🙏
luar biasa, semoga lancar terus menulis resumenya
ReplyDeleteMasyaAllah, Terima kasih semangat Bapak🙏
ReplyDelete