Kelas Belajar Menulis Nasional
PGRI
Gelombang ke-32
Pertemuan ke - 11
Tema : Menulis itu Mudah
Narasumber : Prof.Dr.Ngainun Naim, M.Hi.
Moderator: Muliadi
Jumat, 14 Februari 2025
Kami berteman dengan kalian
Oh, enaknya makan kue lapis
Smangatku ini untuk bisa menulis
Hlangkan pesimis lajukan optimis
_RA_
Materi hari ini menjawab pertanyaan saya di hari Rabu kemarin. Bisa tidak ya saya?? Otomatis tersemangat oleh jawaban Narasumber malam itu juga. Pentingnya mengubah pola pikir. Jika kita bilang sulit maka akan terwujud sulit. Begitu juga sebaliknya.
Masyaallah tabarakaAllah, malam ini serasa menguat semangat. Dengan Tema "Menulis Itu Mudah.".
DDengan Narasumber yang sangat luar biasa, beliau adalah Prof. Dr. Ngainun Naim, M. Hi. Dengan dibersamakan moderator Bapak Muliadi.
Mengubah pola pikir begitu penting. Dengan pola pikir mebulis itu mudah. Maka, akan menambah gairah atau semangat dalam menulis. Dan sebaliknya jika kita berpikir menulis itu sulit. Maka yang akan datang adalah kesulitan. Yang seperti yang Anda pikirkan.
Bsberapa poin untuk mudah dalam menulis:
1. Memiliki pola pikir bah menulis itu
Aku tidak peduli.
2. Sering berlatih
3. Pilih topik yang akan ditulis
4. Miliki semangat dalam menukis
5. Menulis sesuai kondisi
6. Rajin membaca
7. Menulis dapat memberikan kesuksesan dalam hidup
Beberapa contoh pengalaman beliau👇
1. https://www.kompasiana.com/ngainun-naim.berbagi/66e98a51ed641531923eb1a3/resepsi-dan-silaturrahmiresepsi-dan-silaturrahmi
2.
https://ngainun-naim.blogspot.com/2024/09/pasrah.html
3
https://www.kompasiana.com/ngainun-naim.berbagi/66e98a51ed641531923eb1a3/resepsi-dan-silaturrahmi
4
https://www.spirit-literasi.id/2024/12/pelajaran-kecermatan.httml.
Tanpa Semangat itu seperti bahan bakar dalam tulisan.
Mantap!!!
Beliau juga memiliki karya menulis dengan tangan.
Intip yuk!
https://www.spirit-literasi.id/2023/06/menulis-tangan-dan-budaya-menulis.html
Sering sekali menjadi alasan tidak bisa menulis karena SIBUK. Bisa menulia itu bukan masalah waktu. Namun KOMITMEN. Jika komitmen oke, semangat oke. Bismillah akan terwujud sebuah tulisan yang menarik.
Orientasi membacanya adalah FAHAM bukan KHATAM.
Beeikut berkesempatan saya untuk bertanya🙏
Dari : Riska Agustina
Asal : Sidoarjo
Pertanyaan:
1. Adakah ukuran kelayakan sebuah tulisan Bapak??
2. Apakah upaya yang dapat meminimalisir rasa takut salah dalam menulis?
Terima kasih untuk Pak Profesor dan Pak Moderator 🙏
Jaeaban :
1. Tentu saja ada. Ukuran pertama adalah etika atau kepantasan.
Jika tulisan di media umum, seperti Kompasiana, ada kelayakan yang harus dipenuhi.
https://www.kompasiana.com/ngainun-naim.berbagi/67a61bd8c925c40a60483462/menyelamatkan-buku-dengan-membacanyaamatkan-buku-dengan-membacanya
Jika Anda sering membaca dan mengirimkan tulisan, akan mengalami bagaimana tulisan tidak layak tayang.
2. Rasa takut itu manusiawi. Namun harus dilihat dalam konteks apa. Jika konteks tulisan ya tidak perlu takut. Lanjut saja menulis tanpa rasa takut.
Lawan terbesar adalah diri sendirSaya .
Mbah Makasih jalan-jalan ke kebun
Banyak pohon yang hendak ditanan
Prof. Naim yang menawan
Saya ucapkan Terima kasih yang mendalam
Riska Agustina, S.Pd
Sidoarjo

Unik sekali pantunya Bun
ReplyDeleteTerima kasih bun, tp sy sedih loh knp kalimatnya bisa berubah untuk pantun pembuka baris pertama. Td ngetiknya bukan itu😭
DeleteHarusnya
Malam Kamis bertemankan gerimis
Keren resumnya bu Riska, salam kenal
ReplyDeleteSalam kenal balik bunda Emmi🙏
DeleteTulisan keren. Tinggal sering diasah agar semakin bagus.
ReplyDeleteTerima kasih semangatnya Bapak🙏
DeleteBismillah🤲
Terima kasih semangatnya Bapak🙏
DeleteBismillah🤲
Mantap Bu Riska gercep
ReplyDeleteTerima kasih bu Sri😊
Delete