Kelas Belajar Menulis Nasional
PGRI
Gelombang ke-32
Pertemuan ke - 10
Tema : Teknik Promosi Buku
Narasumber : Akbar Zainuddin, MM,, MNE.
Moderator: Mutmainah, M. Pd.
Rabu, 12 Februari 2025
Relung dalam renung
Bermimpi untuk menjadi penulis
Genderang semangat meradang
Semoga berunding manis
_RA_
Di malam yang sunyi kubalut semangat menimba ilmu dari pakar. Dan malam ini dibersamai bunda Mutmainah. Beliau alumni KBMN gelombang 24. Dengan Bapak Akbar sebagai narasumber pada kelas malam ini.
Selalu keren topik-topik di KBMN, MasyaAllah tabarakaAllah bersyukur sekali saya bergabung di kelas ini. Malam ini bak tirai yang selalu kunanti. Kejutan-kejutan mutiara ilmu yang disuguhkan di kelas ini. Bersama Bapak Akbar Zainudin, MM,. MNE. Sebagai narasumber malam ini. Kusiapkan gelas kosong dengan semangat yang meradang. Bismillahirrahmanirrahim.... Saya siap belajar!
Bapak Akbar merupakan Trainer, pengajar dan sekaligus embimbing. Beliau melahirkan 16 buku solo. Luar biasa bukan??
Nah, materi menarik malam ini adalah TEKNIK ROMOSI BUKU.
Apa itu promosi?
Promosi adalah cara kita memberikan informasi tentang produk kepada konsumen agar mereka tertarik dan mau membeli produk kita. Promosi buku adalah cara kita memperkenalkan buku yang kita miliki kepada audiens kita agar mereka tertarik dan mau membeli.
MENGAPA PROMOSI BUKU ITU PENTING
Promosi buku itu penting karena segala jenis buku kita kalau konsumen atau audiens tidak mengetahui produk kita, maka mereka tidak akan tertarik, apalagi mau membeli buku kita.
Beberapa tujuan dari promosi buku adalah:
1. Membuat audiens mengenal (mengetahui) buku kita.
2. Membangkitkan kebutuhan konsumen untuk membeli buku kita. Bagaimana caranya yang tadinya mereka tidak butuh, tetapi setelah kita promosikan menjadi butuh.
3. Meyakinkan konsumen untuk membeli buku.
4. Mengharapkan konsumen agar mau merekomendasikan buku kita kepada orang lain.
TUJUH PROGRAM PROMOSI BUKU.
Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan.
1. LOUnCHING BUKU.
Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang termasuk peluncuran buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu berjanji kepada penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu mengadakan program peluncuran buku.
Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk peluncuran buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kami mempromosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia.
Sekarang ini program peluncuran buku semakin mudah. Dengan adanya Media Sosial, kita dapat melakukan program peluncuran buku ini bahkan dari rumah. Bisa melalui FB, IG, ataupun Youtube.
Buat saja program PELUNCURAN BUKU, live di FB, IG, atau Youtube. Undang kawan-kawan kita. Ajak mereka berpartisipasi. Launching buku kalau perlu setiap bulan. Mungkin tidak harus sekali pun. Bulan ini Launching Pertama, Bulan depan Launching kedua, ketiga, dan seterusnya. Kalau setiap bulan kita launching buku kita, setahun kita sudah 12 kali launching buku. Keren kan?
2. EDAH BUKU.
Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kami menyelenggarakan bisa berkolaborasi dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya.
Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kami menawarkan buku bedah. Berapa pun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi disingkirkan lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita.
Sekali lagi, yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita mengundang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan lain sebagainya.
3. SEMINAR ATAU PELATIHAN
Lakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau saya bukunya motivasi dan menulis. Maka saya secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis.
Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan secara gratis. Karena target kita adalah memperkenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa lewat WA, Zoom, FB, IG, dan lain sebagainya.
4. MEMBANGUN KOMUNITAS
Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku guru tentang, maka bangunlah komunitas guru. Buku menulis tentang, membangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa.
Komunitas membuat kami lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kami untuk menawarkan mereka dalam membeli buku.
Saya sendiri membangun banyak komunitas, ada komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Saya membagikan materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitas ini mendapatkan manfaatnya. Biasanya saya bentuknya di WA Grup.
Seminar sesekali melalui Zoom.
5. RESELLER MEMBANGUN JARINGAN
Reseller adalah orang-orang yang ingin menjual buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kami memberikan komisi 20-30 persen dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kami berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.
Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku.
Saya juga sedang membangun jaringan reseller ini. Belum banyak, baru sekitar 100an orang. InsyaAllah akan terus bertambah.
6. JUALAN DI MARKETPLACE
Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di pasar akan meluaskan promosi dan distribusi kita.
Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di pasar. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.
7. MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL (Medsos) untuk promosi buku.
Manfaatkan sebaik-baiknya pengikut dan pelanggan dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kami membuat status terkait tema buku yang kami tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kami tulis.
Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru jualan. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi pengikut kita.
Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.
Jadi, pada dasarnya kita ini mempengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan.
Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses penjualan buku.
Sngguh tidak mudah, bisakah saya???
Mencoba bertanya👇
Assalamualaikum
Bapak, Mohon ijin bertanga🙏
Saya Riska Agustina
Sidoarjo
1. Dalam bayangan saya sangat tidak mudah untuk mengaplikasikan mimpi hingga dapat memprompsikan karya buku. Bagaimana tips paling mudah dan sederhana sebagai langkah awal bapak?
Atas jawaban Bapak saya ucapkan Terima kasih. 🙏
Terima kasih atas pertanyaannya.
Pertama, ubah pola pikir. Kalau kita bicara tidak mungkin maka tidak mungkin terjadi. Kalau kita bicara bahwa semuanya sulit maka akan menjadi sulit betulan. Berpikirlah bahwa semua bisa dilakukan.
Kedua, kita punya WA, Facebook, IG, dan TikTok. Sekarang kita bertanya kepada diri sendiri sudah berapa tahun kita menggunakan semua media sosial itu, dan selama ini untuk apa?
Apakah hanya untuk hiburan semata? Untuk bersenang-senang semata? Nonton orang joget-joget?
Hidup kita akan berubah jika kita mengubah apa yang kita tonton.
Coba mulai hari ini kita tonton video-video tentang bagaimana kita menulis buku, bagaimana mempromosikan buku, bagaimana menjadi guru kreatif, bagaimana para penulis bisa sukses, bagaimana para guru bisa sukses menjadi seorang penulis.
Nah, jika video-video tentang pengembangan diri yang kita tonton, maka akan berubah hidup kita.
Bapak Ibu bisa mencoba memulai hari ini mengubah hidup dengan mengubah apa yang ditonton.
Jadikan sebagai sebuah kebiasaan dalam satu bulan ke depan, dan buktikan Apa yang terjadi.
Mulai hari ini, mari kita manfaatkan WA dan medsos jadi lebih produktif. Kita upload foto-foto dan video tentang buku kita, kita buat materi setiap hari.
Sehingga pada akhirnya kita sebagai guru bukan hanya sebagai konsumen. Tapi bagaimana kita sebagai guru mulai hari ini menjadi produsen konten-konten yang mendidik, konten-konten yang positif.
Bagaimana memanfaatkan WA dan medsos untuk hal-hal yang lebih produktif.
Begitu kira-kira Bapak Ibu sekalian.
D sini ada itik di sana ada ular
Isi materi menarik narsumnya pak Akbar
Semoga penyampaian yang dahsyat menggelegar
menjadikan semangat saya makin mengobar
Riska Agustina, S. Pd
Sidoarjo

semangat semakin berkobar ya bu
ReplyDelete