Monday, February 3, 2025

Berdiksi Dengan Pesona Seni Bahasa Yang Indah

Kelas Belajar Menulis Nasional
PGRI
Gelombang ke-32
Pertemuan ke - 6
Tema : Bahasa dan Seni
Narasumber : Maydearly
Mememimpin : Purbaniasita Kusumaningsedyo, S.Pd.
Senin, 2 Februari 2025


Hening dalam laku

Teramat dalam batin

Gejolak seketika membeku

Dalam jiwa yang merindu menggebu

        Hati yang terpanas

        Tergoda dalam karya ilmiah

        Di dalam ruang yang memanah itu

        Kelas Belajar Menulis Nasional yang jitu


      Amboiii, semangat sekali malam ini, kelas dibuka menawan oleh sang moderator. Yakni akrab dengan panggilan Kak Citra. Seperti biasa kelas dibuka dengan doa.. Kemudian perkenalan narasumber cantik. Beliau adalan bunda Maydearly, bunda cantik dengan balutan hijabnya. Aura shlihahnyanya kian memikat dengan segudang prestasi dan karya yang luuuuarrr biasa.

       MsyaaAllah takjub dengan prestasi beliau. Empat buku solo, satu buku trio, 1 buku tio dan 15 buku antologi. Beliau juri tingkat kabupaten, narasumber nasional, MC tingkat kecamatan serta moderator tingkat nasional. Waw benar-benar takjub dah dengan beliau. Mudah-mudahan ilmunya menular ke kami. Hehehe,,

Sebelum beliau meluncurkan materi malam ini, karya puisi nan indah beliau bagi di sudut kelas maya malam ini. Berikut karya beliau:

*Tawanan Rindu*

*Dibuat oleh: Maydearly*


Anda tahu apa yang lebih terserap?

Merinduimu di setiap keping nafas tanpa terbias

Aku merinduimu melebihi resep minum obat

Walau harus ku hitung waktu lewat puluhan jari

Jawabanku masih tetap merinduimu


Tataplah, ada banyak rindu yang bertebaran di Langit

Petik lah satu demi satu sebagai ayat rinduku 

Langit itu kini tak lagi dingin,

Kabar darimu takkan datang lagi

Menawan batinku dengan berjuntai tanya dan hawatir


Biarkan aku menenggelamkan diri dalam kubangan rindu

Semangkuk harap ku persiapkan menuju kedatanganmu

Sebab, merinduimu adalah memupuk kalori semanis madu

Semakin penasaran bukan dengan materi menarik dari beliau😊

kamuk simak! 


Murut beliau Diksi adalah Sambil menyimak materi yang luar biasa ini, jangan lupa menikmati kopi dan cemilannya bapak ibu. 

Kata itu adalah padanan kata 

Dimana setiap kata memiliki sinonim

Ketika kita terbiasa menyebut kata "membaca" terkadang-kadang kita mencari padanan dengan kata "merapal" terlihat keren bukan?





 Sense of touch atau indera sentuhan dapat berperan penting dalam mengembangkan diksi, terutama dalam menggambarkan atau menjelaskan pengalaman fisik atau emosional. Berikut adalah beberapa cara mana sense of touch dapat membantu dalam pengembangan diksi:


1. Deskripsi Fisik: Menggunakan kata-kata yang merujuk pada sensasi fisik yang dirasakan oleh karakter atau objek dalam cerita. Misalnya, "rasa kasar batu yang menggores telapak tangan" atau "kelembutan bulu halus yang menyentuh pipi".
2. Ekspresi Emosi: Mendeskripsikan bagaimana indera sentuhan mempengaruhi suasana hati atau emosi seseorang. Contohnya, “rasa dingin yang menghangatkan kulitnya membuat merasa kesepian” atau “kehangatan pelukan memenuhi jantung dengan ketenangan”
3. .Nuansa dan Suasana: Menggunakan sensasi sentuhan untuk membangun nuansa atau atmosfer dalam sebuah setting. Misalnya, "angin sepoi-sepoi menyentuh kulit mereka dengan lembut di tepi pantai yang sunyi" atau "hujan deras yang membasahi bumi dengan lembut."
4. Metafora dan Personifikasi: Menggunakan sentuhan secara metaforis untuk menggambarkan pengalaman atau objek secara lebih mendalam. Contohnya, "sinar matahari terbenam seperti jemari emas yang membekukan tanah gersang" atau "suara angin di pepohonan menggelembung seperti suara tawa anak-anak yang bermain."

BIndera penciuman atau indera penciuman adalah elemen penting dalam berdiksi karena dapat menambah kedalaman dan kehidupan dalam deskripsi pengalaman atau suasana. Berikut adalah beberapa cara mana sense of odor yang dapat digunakan dalam berdiksi:

1. Deskripsi Lingkungan: Menggunakan aroma untuk menggambarkan lokasi atau lingkungan dengan lebih jelas. Contohnya, "aroma bunga melati yang menyegarkan memenuhi udara di taman itu" atau "bau tanah basah setelah hujan turun sepanjang malam."
2. Karakterisasi: Menambahkan aroma untuk menggambarkan karakter atau suasana hati. Misalnya, "parfum mewah yang menguar dari menunjukkan penampilan dan kepercayaan dirinya" atau "bau rokok dan alkohol yang menusuk hidung menggambarkan gaya hidup yang kejam."
3. Memori dan Emosi: Menggunakan aroma untuk memicu memori atau mengekspresikan emosi karakter. Contohnya, "aroma kue mangga yang manis membawa kenangan masa kecilnya yang bahagia" atau "bau bensin yang tajam memicu kecemasan dalam dirinya."
4. Metafora dan Simbolisme: Menggunakan aroma secara metaforis untuk menggambarkan suasana atau konsep. Misalnya, "bau kemarahan yang menyengat terasa di udara" atau "aroma aroma yang terasa menyengat di ruang rapat itu."

Sense of Taste atau indera perasa, juga dapat digunakan dengan efektif dalam berdiksi untuk memperkaya pengalaman pembaca dengan sensasi-sensasi yang berhubungan dengan rasa. Berikut adalah beberapa cara di mana sense of taste dapat dimanfaatkan dalam berdiksi:

1. Deskripsi Makanan dan Minuman: Menggunakan rasa untuk menggambarkan makanan atau minuman dengan lebih jelas. Contohnya, "rasa manis dari cokelat leleh mengalir di lidahnya" atau "rasa pedas dari sambal yang membara memenuhi seluruh mulut."
2. Ekspresi Emosi atau Perasaan: Menggunakan rasa untuk mengekspresikan emosi atau perasaan karakter. Misalnya, "rasa getir kecewa yang seperti pahit di ujung lidahnya" atau "rasa gembira yang segar seperti buah-buahan tropis yang manis."

Rasa Jurnalisme
Merujuk pada cara penggunaan diksi yang khas dalam konteks jurnalisme untuk menyampaikan berita atau cerita dengan cara yang informatif, jelas, dan terkadang juga memikat.


Sense of Hearing atau indera pendengaran dapat diterapkan secara efektif dalam berdiksi untuk menciptakan pengalaman auditori yang kuat dalam tulisan. Berikut beberapa cara menggunakan indera pendengaran dalam berdiksi:

1. Deskripsi Suara: Menggunakan kata-kata untuk menggambarkan berbagai jenis suara dengan detail. Misalnya, "derap langkah kaki yang cepat di lorong yang sepi" atau "gemerisik daun kering yang disapu angin."
2. Suasana dan Nuansa: Suara dapat digunakan untuk membangun atmosfer atau nuansa tertentu dalam sebuah setting. Contohnya, "gemuruh petir yang menggetarkan jendela" untuk menciptakan ketegangan atau "suara riuh kepadatan yang memenuhi pasar pagi."
3. Ekspresi Emosi: Suara juga dapat mengekspresikan emosi atau perasaan. Misalnya, "senandung riang anak-anak yang bermain di halaman sekolah" atau "ratapan sedih yang terdengar di ruang tengah rumah duka."
4. Simbolisme dan Metafora: Suara dapat digunakan secara metaforis untuk menyampaikan makna yang lebih dalam. Contohnya, "suara jangkrik malam yang menyiratkan kesepian di hatinya" atau "nyanyian angin yang membawa berita baik."

Dan sebelum tahap akhir, para peserta diberi tangtangan 15 menit membuat diksi apa yang dilihat dan dirasakan malam ini.

Nah, jadilah diksi ala kadarnya saya malam ini:

Rasa yang benar-benar sah yang Anda berikan
Mampu meningkatkan gemarku aktivitas malam ini
Semangat berteman dengan kalian
Walau harus berbagi. Hehe


Ku kontrol birama semangat
Hingga kutak menemui bosan yg pekat
Kuyakin kan kudapati banyak manfaatnya
Di Ruang maya yang penuh berkat

Pertanyaan-pertanyaan yang berkualitas dari para peserta, sangat menambah keilmuan saya. MasyaAllah tabarakaAllah, Terima kasih deretan tim yang solid. Hingga pertemuan 6 ini saya sangat menikmati proses. Smoga selamanya menjadikan amal sholih bagi tim solid si KBMN ini. Amiin

Bahasa Inggris: Kditu dengan doa penuh Hikayat yang maslahat. 

Riska Agustina, S.Pd
Sidoarjo, 2 Februari 2025



7 comments:

Tips Mudah Penulis Dapat Menerbitkan Buku Mayor Bersama PT. Ando Offset Yogyakarta

  Kelas Belajar Menulis Nasional PGRI Gelombang ke-32 Pertemuan ke - 20 Tema : Mempermudah Penulis Bersama Penerbit Mayor PT. Andi Offset Yo...