Kelas Belajar Menulis Nasional
PGRI
Gelombang ke-32
Pertemuan ke - 4
Tma : Gali Potensi Ukir Prestasi
Narasumber : Aam Nurhasanah, S. Pd.
Memimpin : Yandri Novita Sari, S. Pd
Rabu, 29 Januari 2025
Bersama suara rintik hujan yang sedari siang awet sekali terdengar. Setianya saya pula dalam Kelas Belajar Menulis Nusantara malam ini. Kelas di buka oleh ibu modertor. Yakni ibu Yandri, ibu yang cantik nan sholihah memperkenalkan ibu narasumbur yang cantik pula. Ibu tersebut adalah ibu Aam yang selalu antusias bersemangat memotivasi kami. Beliau merupakan alumni KBMN ke-8 dengan kisah pantang menyerah kala itu. Beliau kembai berjuang pada KBMN gelombang 12 dan dinyatakan lulus.
MyaAllah saat membaca kisah beliau dalam berpetualang meja menulisnya. Menginspirasi sekali, gigihnya patut dicontoh. Tak mudah menyerah dan akhirnya membuahkan 4 buku solo, 1 buku bersama Prof. Eko dan 60 buku antologi,
Mahkota menulis dibuktikan dengan adanya buku. "Ujar beliau.
Dngan buku solo petama ibu narasumber merajut mahkota atersebu. Dengan judul buku Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat. Bunda Aam juga mengabdikan dirinya untuk menjadi moderator, beliau menyayangkan jika melewatkan kesempatan tersebut. Pada masa pandemi kala itu kegiatan belajar mengajar yang berubah menjadi daring. Beliau juga menghasilkan buku solo kedu yang berjudul "Kunci Suksen Menjadi Moderator Online". Waw...semakin terpanah nich dengan bunda Aam. Kegigihan beliau dalam mengukir prestasi dalam menulis diwujudkan pula dengan memenangkan ajang perlombaan bergengsi. Beliau menjuarai lomba blog diurutan pertama.
Tak berhenti disitu bunda Aam banyak menerima tantangan dari para pakar baik ibu Kanjeng maupun OmJay. dan dengan semangatnya yang luar biasa beliau lalu semua dengan berbuah hasil yang manis. Seperti buku solonya yang keempat, yang berjudul " Rajin Menulis Berbuah Manis".
Bdaya positif yang bisa saya ambil dari kisah buda Aam:
1.Semangat
2 Pantang menyerah
3 Kegigihannyan
4.Tinggi juang
5. Pemberani
Bliau ngendikan: Setiap orang punya potensi untuk dikembangkan. Karena menulis itu butuh proses. Nikmati prosesnya. Maka, kita akanakan mendapatkan prestasi dikemudian hari.
Beberapa pertanyaan menjadi kegiatan penutup kelas malam ini. Dan yang bisa saya garis bawahi dari sekian pertanyaan adalah untuk menjadi konsisten dalam menulis berada pada lingkaran penulis. Sedangkan untuk menampis rasa lelah bunda sering melipurnya dengan kegiatan lain supaya tidan jenuh.
Tentang ide menulis juga beliau tuturkan, mengambil ide itu tentang pengalaman kita . Jika setiap pengalaman dibukukan pasti akan seru. banyak cerita yang bisa dikemas menjadi buku. Hanya saja kita kurang menyadari dan melewatkan begitu saja. Bdeliau juga menjeritakan sejarah nertemunya dengan ibu Kanjeng dan OmJay. Waah keren...kere
Kalimat terakhir yang menarik, jawaban dari pertanyaan saya sendiri:
"JANGAN MENUNGGU WAKTU BARU MENULIS, NAMUN LUANGKAN WAKTU UNTUK MULAI MENULIS"
Closing bunda yang mengobarkan semangatku!
Jangan takut dengan sebuah kegagalan, karena kegagalan pada akhirnya mengantarkan kita menuju sebuah kesuksesan. Rajin menulis hingga karyamu berbuah manis. Dan pada akhirnya, jika kita nanti tiada, buku kita akan dikenang tidak hanya oleh orang lain tapi diturunkan ke anak cucu kita nanti.
Reska Agustina S. Pd
Sidoarjo, 29 Januari 2025

Mantap resumenya
ReplyDeleteTerima kasih bun🙏
DeleteSemangat terus yaaa hingga punya buku solo. Menyalaaaa
ReplyDeletePangestunipun bunda, Terima kasih semangatnya🙏
DeleteHe he mantap Bu ayo semangat terus pasti bisa
ReplyDeleteTerima kasih supportnya Bapak🙏
Delete